Dipandu secara terstruktur dari niat saat berangkat, di Tanah Suci, hingga kembali ke Indonesia dengan predikat Umrah yang Mabrur.
Doa yang dipanjatkan sebelum melangkah keluar rumah hingga menaiki pesawat menuju Tanah Suci.
اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَيَسِّرْهَا لِي وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي
"Ya Allah, aku berniat melaksanakan umrah, maka mudahkanlah bagiku dan terimalah dariku."
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
"Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Langkah pertama di Tanah Haram. Berganti pakaian Ihram di Miqat dan mengucap niat suci.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan ibadah umrah."
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ عَلَى النَّارِ
"Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka haramkanlah daging dan darahku dari siksa neraka."
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
"Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
Inti ibadah umrah: Mengelilingi Ka'bah (Tawaf), berjalan antara Safa dan Marwah (Sa'i), diakhiri Tahallul.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit."
Berpamitan dengan Tanah Suci (Tawaf Wada) dan doa kembali ke rumah halaman tercinta membawa predikat mabrur.
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai waktu terakhir perjumpaanku dengan Rumah-Mu yang mulia."
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
"Kami kembali, kami bertobat, kami beribadah, dan hanya kepada Tuhan kami memuji."